Sponsor Links

Kamis, 2009 Juli 09

Stop Dreaming Start Action

Stop dreaming start action adalah slogan yang bisa memicu kita untuk bangun dari mimpi-mimpi kita selama ini. Jangan sampai terlena dengan mimpi dan khayalan, namun bangkitlah dan lakukan sesuatu. Berbuatlah yang terbaik selalu, untuk diri sendiri, keluarga, orang lain dan masyarakat. Karena orang dihargai karena dia berbuat bukan karena dia bermimpi. Stop your dream and start your action.

Senin, 2009 Maret 30

PKS Bukan Partai Oportunis

Wacana koalisi PKS-Demokrat yang digelindingkan Presiden PKS Tifatul Sembiring mencerminkan sikapnya sebagai partai polik yang semakin oportunis dan pragmatis. Dengan sinyal itu, PKS sekaligus menyampaikan pesan ingin tetap kebagian kue kekuasaan. Demikian disampaikan analis politik Charta Politika, Burhanuddin Muhtadi, kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (21/3).

Jelas kesimpulan Burhanuddin Muhtadi tersebut adalah kesimpulan seorang yang tidak intelektual. Karena jelas saja dalam situasi politik dan proses pencerdasan politik yang coba dilakukan PKS, wacana adalah suatu yang sah-sah saja. Wacana belum tentu suatu keputusan. Lagian wacana koalisi PKS-PD juga baru lontaran dari Pak Tifatul belum keputusan resmi majelis syuro PKS.

Berwacana kok langsung dicap oportunis? Pikiran yang sangat sempit dan picik sesungguhnya. Siapapun boleh berwacana toh semuanya bukan larangan dan belum diputuskan. Kalau memang PKS mau berkoalisi dengan PD, letak oportunisnya dimana? Toh PKS memang selama ini menjadi pendukung pemerintahan SBY dengan 3 menteri PKS yang punya kinerja yang jelas selama ini.

Kecuali selama ini PKS menjadi partai oposisi dan lantas sekarang mendekat dan mau berkoalisi dengan PD sebagai partai pemerintah. Itu baru bisa dikatakan oportunis. Jadi jangan sembarangan mencap oportunis kalau tidak tahu duduk masalah yang sebenarnya.

Iqbal Anas, direkturb@gmail.com

Sumber : http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/24/93042/pks-bukan-partai-oportunis/

Sabtu, 2009 Maret 21

PKS Selalu Tampil Baru

Tidak ada yang tidak menjadi menarik untuk diberitakan dari PKS. Mulai dari iklan-iklan yang dimunculkan PKS yang selalu menjadi kontroversi bagi semua kalangan.
Pernyataan elit-elit partai yang menuai berbagai macam komentar dan reaksi, bahkan sampai mengatakan PKS sudah pecah, padahal juga baru beda pendapat. Sampai kepada warna-warni pamplet dan brosur menjadi berita menarik. Ini fenomena luar biasa yang kancah perpolitikan dan pencerdasan demokrasi kearah kedewaasaan.
Menurut Ketua Fraksi PKS Mahfudz Shidiq, itu semua merupakan simbolisasi dari slogan PKS selama ini. Yakni bahwa PKS merupakan partai terbuka untuk semua golongan. "Jadi apapun anda pemilih yang disimbolisasi dengan warna-warna itu semuanya bisa memilih PKS," ujar Mahfudz Shidiq.
Ini sebenarnya adalah sebuah pembelajaran politik yang luar biasa yang dilakukan PKS kepada bangsa ini. Sistem kampanye PKS yang memakai sistem door to door juga suatu yang baru dalam sistem perpolitikan nasional. Iklan-iklannya yang cerdas, menggelitik. Kesemuanya mencoba memberikan suatu dinamika baru dari sistem yang ada selama ini.
Lantas kenapa juga masalah warna-warni dipermasalahkan? Bukankah banyak hal yang perlu kita permasalahkan? Sosialisasi pemilu yang lemah dari KPU, sistem perundang-undangan pemilu yang cenderung berubah-ubah, system kampanye yang damai, semuanya justru harus menjadi hal-hal yang harus dipersoalkan.
Setidaknya ini menjelaskan bahwa PKS memang suatu yang menarik bagi semua orang. Buktinya apapun yang dilakukan PKS bisa menjadi bahan pembicaraan dan perdebatan di hmpir semua kalangan. Seperti iklan lampu, terus terang PKS terang terus.
Iqbal Anas, direkturb@gmail.com

Sumber : http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/19/91803/pks-selalu-tampil-baru/

PKS Ajak Kita Berubah

Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan partainya siap melakukan perubahan bagi Indonesia jika diberi kepercayaan oleh rakyat untuk memerintah.
"PKS siap mengubah bangsa Indonesia, saya yakin setiap anak-anak berhak mendapat pendidikan, kita harus mengubahnya bersama PKS, jika tak diubah, hidup kita akan terus begini," kata Tifatul saat kampanye PKS di Lapangan Imam Bonjol Padang, Rabu (18/3).
Pria berdarah Minang ini juga mengajak masyarakat tidak memilih caleg yang koruptor dan bermoral bejat seperti yang menimpa sejumlah anggota DPR RI dengan kasus korupsi, perselingkuhan, dan perempuan.
"Jangan pilih caleg yang tidak bermoral, pilih PKS yang telah terbukti bebas dari perbuatan amoral tersebut," ajaknya.
Tifatul mengajak masyarakat untuk memilih nomor 8 melalui simulasi pencentangan surat suara sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak salah pada saat mencentang pada Pemilu mendatang.
Selain Tifatul, politisi PKS asal Sumbar Irwan Prayitno dan Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan Satria juga menjadi juru kampanye. Dalam orasinya, Trinda Farhan optimis bangsa Indonesia akan sejahtera, bila dipimpin orang yang bersih, peduli dan profesional, dan Trinda menyakini semua unsure tersebut dimiliki oleh kader PKS.
Sementara Irwan Prayitno yang menjadi caleg PKS untuk DPR RI mengatakan selama 10 tahun kader-kader PKS diberi kepercayaan menjadi wakil rakyat telah teruji dengan tidak satupun yang tersandung kasus korupsi.
Kampanye tersebut dihadiri ribuan simpatisan dan pendukung PKS, di antaranya didominasi para ibu-ibu. Beberapa di antaranya juga terlihat membawa anak-anaknya yang masih balita.
Kampanye yang dimulai pukul 14.00 WIB yang dimeriahkan penampilan group nasyid SoHar yang berasal dari Bandung dan pengamen jalanan Sumbar. Selainitu juga hadir Wali Kota Padang Fauzi Bahar dan Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.
Iqbal Anas, direkturb@gmail.com

Sumber : http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/19/91808/pks-ajak-kita-berubah/

PKS Kampanye Simpatik

Mengawali kampanye terbuka PKS kota solok mendapatkan giliran Rabu 18 maret 2009. Kampanye di pusatkan di lapangan Tanjung Paku Kota Solok. Tidak seperti kampanye terbuka partai lainnya yang menggelar mimbar bebas, PKS Kota Solok menggelar kampanye terbuka dengan acara bakti sosial.
Bakti sosial yang dilakukan berupa pasar murah (sembako murah), pelayanan kesehatan gratis, donor darah bekerjasama dengan PMI cabang Solok, bekam, dan periksa mata gratis.
Kalau partai lain menjanjikan sembako murah ketika nanti mereka sudah terpilih, kalau partai lain menjanjikan kesehatan gratis ketika nanti mereka sudah duduk menjadi anggota dewan, maka PKS sudah membuktikannya terlebih dahulu. Demikian disampaikan Murni, salah seorang caleg DPRD Kota Solok.
Inti kampanye simpatik PKS ini adalah memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat, bahwa sudah tidak zamannya lagi untuk mengumbar janji-janji kosong, tetapi masyarakat perlu bukti dan kepedulian yang nyata.
Kampanye PKS ini diikuti oleh ratusan massa yang antusias dengan kegiatan yang diadakan PKS. Mereka berbondong-bondong datang kelapangan untuk mendapatkan sembako murah, pelayanan kesehatan gratis, dan juga bonus baju kaos PKS.
Yorasaki Corp, direkturb@gmail.com

Sumber : http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/20/92132/pks-kampanye-simpatik/

Koalisi PKS, ‘Baina Wa Baina’

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, banyak konstituen partainya yang tidak setuju PKS berkoalisi dengan Partai Golkar atau PDI Perjuangan dalam pemilu presiden.
"Mereka sih banyak yang mengusulkan supaya PKS mengandeng Partai Demokrat, karena ya baina wa baina, ini usulan dari konstituen, juga para kader, mereka lebih cenderung kalau kita berkoalisi dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono-)," kata Tifatul usai kampanye terbuka di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Rabu (18/3).
Dengan PDI Perjuangan, kata Tifatul, konstituen dan kader tidak mau PKS menjadi wakil presiden, tetapi presiden. Sedangkan PDI Perjuangan sudah final mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden.
"Kalau dengan Golkar kebanyakan alasan mereka, lebih baik PKS menjaga citra bersihnya, karena kader PKS ini kan belum ada yang ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tidak ada yang terlibat korupsi, tidak ada yang terlibat selingkuh, jadi banyak resistensi dari kader yang keberatan dengan Golkar, apalagi kami lihat Golkar sendiri tidak solid, karena mencalonkan Pak JK, tapi belum bulat, Sultan juga kepingin, Bang Akbar Tanjung juga lain," katanya.
Disebutkan Tifatul, kader calon presiden PKS ada delapan orang. Mereka adalah Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Anis Matta, Irwan Prayitno, Salim Segaff al-Jufri, Suharna Surapranata, Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.
"Usai pemilu legislatif kami akan berkoalisi dengan partai lain, prioritas kami adalah menggandeng partai-partai Islam dulu untuk berkoalisi, dan selama dialog ini dilakukan barrier (rintangan) yang paling kecil untuk koalisi PKS adalah dengan Partai Demokrat, kita ingin koalisi dengan Demokrat tapi ingin menggandeng partai Islam dulu," ujar pria kelahiran Bukittinggi, 28 September 1961 ini.
PKS, tambahnya, sedang memperdalam koalisi dengan Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat sudah datang dan dalam waktu dekat PKS akan mengagendakan berjumpa dengan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Sekarang PKS sedang koalisi dengan SBY dari tahun 2004, ada menteri kita tiga orang di sana, kalau dengan SBY, kalau perolehan Partai Demokrat lebih besar, Demokrat presidennya,” katanya.
Ketika ditanya apakah PKS bisa berkoalisi dengan Gerindra, Tifatul menjawab bisa saja. Namun akan melihat hasil pemilu legislatif dulu karena menurut perhitungan PKS paling banyak hanya 9 partai yang akan lolos ke parlemen.
"Karena itu kita akan berkoalisi dengan partai-partai yang besar, yang kuat, memang sekarang ada blok M, blok S, dan Blok Y, tapi tiga-tiganya nasionalis, dalam pandangan kami mereka pasti membutuhkan partai Islam seperti PKS," ujarnya.
Iqbal Anas, direkturb@gmail.com

Sumber : http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/20/92135/koalisi-pks-‘baina-wa-baina’/

Kamis, 2009 Februari 26

SBY-JK temukan solusi?

Iqbal Anas
direkturb@gmail.com

Lima tahun pemerintahan SBY-JK sudah hampir selesai. Tinggal menunggu bulan pilpres 2009 pun akan segera digulirkan untuk memilih presiden dan wakil presiden baru. Bangsa ini sudah melihat sepak terjang yang dilakukan SBY-JK selama lima tahun menjabat.Ada yang puas dengan pemerintah karena kebijakan penurunan harga BBM, walaupun sebenarnya hal ini sangat tergantung kepada harga minyak dunia.

Tetapi sangat banyak yang tidak puas, kemiskinan masih merajalela, pengangguran masih tinggi, korupsi masih tebang pilih, belum tuntasnya kasus HAM Munir, pendidikan yang masih sulit dan mahal. Rupiah yang makin hari makin terperosok.Oleh karenanya maka perpisahan SBY-JK sesungguhnya adalah bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan bangsa ini. Karena kalau tidak maka kondisi bangsa ini lima tahun kedepan tetap akan seperti ini juga, tidak ada perubahan, walaupun belum tentu juga jika SBY-JK maju lagi, mereka akan kembali terpilih.

Bangsa ini membutuhkan semangat baru, harapan baru, pemimpin yang bisa membawa perubahan yang mendasar demi kemajuan dan perbaikan bangsa ini di masa yang akan datang.SBY mencari pasangan baru sebagai wapres, dan JK jika maju sebagai capres harus mencari juga pasangan wapresnya sendiri. Ditambah dengan capres-capres lain yang nanti akan berkompetisi dalam pilpres 2009. Kondisi ini tentu akan lebih baik dan membawa harapan ketimbang tidak ada perubahan sama sekali.

Tulisan ini diterbitkan di:
www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/02/23/85605/sby-jk-temukan-solusi/
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=69278&Itemid=104